Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018


Tiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 milir ton. Manajemen sampah yang buruk, terutama di negara-negara berkembang, menjadi salah satu pemicunya. Di negara seperti Indonesia contohnya, angka pendaurulangan sampah termasuk rendah yakni di bawah 50 persen. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih memprihatinkan. Tidak heran jika kemudian sampah mudah ditemui di Tanah Air. Tengok saja di selokan, jalanan, sungai, dan kali. Slogan "Jangan buang sampah sembarangan" hanya jadi kalimat tumpul yang gagal menggugah kesadaran bahaya sampah. Padahal sampah bisa menimbulkan kematian, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Perguruan Tinggi Graha Kirana yang tergabung dalam satu gerakan tepatnya pada tanggal 21 Februari 2018, mengadakan acara Hari peduli sampah nasional 2018 yang berlokasi di kampus Graha Kirana, adapun kegiatan ini diikuti oleh , Mahasiswa,Staf, Dosen dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian STIE dan STIH beserta Yayasan Pendidikan Graha Kirana terhadap sampah yang ada dilingkungan sekitar kampus, para mahasiswa, dosen dan staf berkeliling kedaerah keluarahan Medan petisah tengah dengan mengutip sampah antara lain di pasar petisah, kantor dinas kesehatan, dan polsek petisah. Dan sepanjang kelurahan petisah tengah, kegiatan ini bertujuan memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat sekitar agar lebih peduli dengan sampah dan menerapkan hidup tanpa sampah dilingkungan sekitar, acara peduli sampah ini didukung juga oleh Dinas lingkungan hidup provinsi Sumatera Utara, KSL Graha Kirana dan Green Bridge.

Berita kampus